PP Al-Irsyad: Umat Jaga Kesantunan, Ahmadiyah Harus Dilarang

0
3

Al-Irsyad Online: Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah meminta umat Islam Indonesia bisa tetap berlaku arif dan santun selama aksi menuntut pelarangan aliran Ahmadiyah dari ajaran Islam yang suci. “Umat harap menjaga sikap agar tidak jatuh dalam tindakan anarkis yang bisa merusak citra Islam dan kaum muslimin,” kata H. Abdullah Djaidi, ketua umum PP Al-Irsyad pada Al-Irsyad Online di Jakarta, hari ini (21/4).

Ketua Umum menegaskan, umat Islam tetap harus terus menjunjung akhlaqul karimah dalam setiap tindakan membela keagungan Islam, karena akhlak yang baik itu merupakan ajaran dan wasiat Nabi saw. yang wajib kita junjung tinggi-tinggi dalam keadaan apapun. Jangan ada kekerasan, termasuk penganiayaan dan perusakan atas warga penganut Ahmadiyah dan simbol-simbol mereka.

Kepada para pemimpin umat, Abdullah Djaidi juga meminta agar menjauhkan diri dari retorika-retorika yang bisa membakar umat untuk bertindak anarkis. “Itu justeru tindak kondusif bagi upaya kita untuk melarang Ahmadiyah secara hukum,” katanya.

Menurut Abdullah Djaidi, PP Al-Irsyad sendiri sudah sejak tahun 1992 menyatakan bahwa aliran Ahmadiyyah bertentangan dengan aqidah Islamiyah dan kelompok itu tak bisa dikatakan sebagai seorang muslim. Dan bersama ormas-ormas Islam lainnya PP Al-Irsyad berulangkali meminta ketegasan pemerintah RI untuk melarang aliran yang menyebut pendirinya (Mirza Ghulam Ahmad) sebagai nabi baru setelah Muhammad saw. itu.

“Sampai saat inipun kami tetap mendesak pemerintah RI untuk segera membubarkan dan melarang aliran Ahmadiyyah tersebut di seluruh bumi persada Indonesia yang kita cintai ini,” kata Abdullah Djaidi.

Al-Irsyad sendiri tak hanya minta pelarangan terhadap aliran itu, tapi juga siap membantu membina para pengikut Ahmadiyah yang mau kembali ke jalan yang benar.

Sebagaimana diketahui, sudah lama umat Islam Indonesia meminta pemerintah melarang aliran Ahmadiyah, tapi baru menemukan titik terang setelah beberapa hari lalu Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) mengeluarkan rekomendasi agar Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)  menghentikan kegiatannya, karena mereka dilapangan telah ditemukan penyimpangan serius aliran ini dari agama Islam. JAI adalah organisasi induk pengikut Ahmadiyah di Indonesia.*