Fahmi Bahreisy Terpilih Ketua Umum PB Pemuda Al-Irsyad

0
36
FAHMI FAISAL BAHREISY, Lc. MA, Ketua Umum PB Pemuda Al-Irsyad 2017-2022

Fahmi Faishal Bahreisy, Lc., MA, terpilih sebagai ketua umum Pengurus Besar Pemuda Al-Irsyad yang baru di Musyawarah Besar ke-11 Pemuda Al-Irsyad, di kota Bogor (Jawa Barat), Jum’at (17/11). Ia menggantikan Ir. Abdullah Baraja yang sudah dua kali menjabat sebagai ketua umum. Dengan demikian Fahmi Bahreisy akan mengemudikan Pemuda Al-Irsyad untuk periode 2017-2022.

Lelaki kelahiran Jakarta, 16 Oktober 2017 yang berprofesi sebagai dosen dan penerjemah ini sebelumnya menjabat sebagai ketua Departemen Dakwah PB Pemuda Al-Irsyad periode 2012-2017. Selain di Pemuda Al-Irsyad, Fahmi saat ini juga duduk di Steering Committee (SC) Asean Youth Leadership Foundation (AYLF).

Dalam sambutannya setelah terpilih, Fahmi Bahreisy menyatakan bahwa jabatan itu bukan sebuah reputasi, kenikmatan, dan kemenangan. “Tapi bagi saya, ini sebagai amanah yang besar, beban yang berat yang harus saya pikul. Tapi di sisi yang lain, ini juga sebuah nikmat dari Allah yang patut disyukuri karena Allah telah memberi kesempatan kepada saya sebuah ladang pahala yang besar,” katanya.

Ketua Umum PB Pemuda Al-Irsyad 2012-2017 Abdullah Baraja menyerahkan terima Panji Pemuda Al-Irsyad kepada ketua umum yang baru, Fahmi Bahreisy (2017-2022)

Lulusan LIPIA Jakarta yang baru saja meraih gelar master di bidang hukum Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini mengharapkan agar seluruh aktifis Pemuda Al-Irsyad bisa bekerja sama, bahu membahu membangun organisasinya. “Kalau kita mampu bersinergi satu sama yang lain, maka Allah akan berikan pertolongan kepada kita semua,” kata Fahmi yang juga seorang ustadz yang banyak mengisi majelis taklim di Jakarta dan beberapa kota lain.

“Amanah ini memang sebuah beban berat untuk dipikul, tapi akan menjadi ringan kalau antum semua membantu. Saya yakin, Al-Irsyad punya potensi sangat besar, bukan hanya di kancah nasional, tapi di kancah internasional juga. Insya Allah kita bisa tampil maju di antara organisasi-organisasi lain,” kata Fahmi menjelaskan.

Menurut Fahmi Bahreisy, harapan itu bukan omong kosong karena ia sudah merasakan sendiri saat mengikuti sebuah pertemuan internasional di Malaysia mewakili Pemuda Al-Irsyad. “Ternyata mereka yang hadir rata-rata mengenal Al-Irsyad, mengenal Syekh Ahmad Surkati. Bahkan seorang pakar dari Malaysia, setelah saya memperkenalkan diri sebagai wakil dari Pemuda Al-Irsyad, langsung mengatakan dalam pidatonya: ‘Anda adalah keturunan Syekh Ahmad Surkati’. Jadi jangan berkecil hati dengan yang kita miliki karena kita punya potensi besar. Tapi ingat, potensi yang besar ini akan menjadi sia-sia kalau kita kemudian tidak mau menggerakkan,” jelasnya.

Dalam sambutannya itu Fahmi juga mengutip perkataan sahabat Abubakar ash-Shidiq ketika beliau diangkat menjadi khalifah: “Aku telah diberikan menjadi seorang pemimpin, tapi aku bukan orang yang terbaik di antara kalian. Kalau aku melakukan perbuatan yang baik maka bantulah, dan kalau aku melakukan perbuatan yang buruk maka luruskanlah.” Fahmi pun berharap agar para peserta Muktamar dan kader Pemuda Al-Irsyad tidak segan untuk menegur, mengkritisi dan member peringatan bila ia keliru. “Karena saya meski terpilih sebagai ketua sebenarnya bukan orang yang paling baik di antara kalian,” katanya tegas. “Saya akan terima dengan lapang dada semua teguran itu meski keras.”

Fahmi juga mengingatkan agar seluruh aktifis Pemuda Al-Irsyad jangan suka menunjuk kekurangan dan kesalahan orang lain, serta menanyakan apa yang sudah dilakukan seseorang untuk Al-Irsyad. “Tapi tanyakan pada diri sendiri, apa yang sudah kita lakukan untuk Al-Irsyad. Kalau kita sibuk menilai orang lain, yakinlah kita tidak akan pernah bisa bekerja dan beraktifitas.”

Ia mengutip sebuah peribahasa Arab: Syubbanul yaum rijalul ghad, pemuda hari ini adalah orang-orang di masa depan. “Kita ini adalah pemuda masa kini, dan akan menjadi manusia yang sebenarnya di masa yang akan datang,” katanya.  

Ia menutup sambutannya dengan moto yang selalu dipegangnya sepanjang hidup, yang ia kutip dari hadits Rasulullah saw. bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. “Al-Irsyad menjadi wadah bagi kita untuk memberikan manfaat, baik di Indonesia, maupun di dunia.” *

MA