Fahimah Askar Kembali Terpilih Ketua PB Wanita Al-Irsyad

0
26
FAHIMA ASKAR, Ketua Umum PB Wanita Al-Irsyad 2017-2022.

Fahimah Abdul Kadir Askar kembali mendapat amanah memimpin Pengurus Besar Wanita Al-Irsyad setelah terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum periode 2017-2022 dalam Musyawarah Besar Wanita Al-Irsyad ke-8 di Hotel Sahira Butik, Bogor, Jum’at (17/11). Sebelumnya Fahimah sudah memimpin badan otonom Al-Irsyad ini sejak 2013, tapi melalui SK Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah, mengikuti terbentuknya kembali badan otonom Wanita Al-Irsyad.

Wanita kelahiran Jakarta ini dikenal sebagai pekerja keras yang punya banyak aktifitas sosial di beberapa yayasan, termasuk yayasan Al-Askar milik keluarganya yang punya banyak aktifitas sosial. Ini didorong oleh moto hidupnya: Hidup harus banyak bermanfaat untuk orang lain. Namun ia mengakui, ia tidak punya latar belakang sekolah Al-Irsyad, meski orang tuanya sangat Al-Irsyad. Ini karena di Jakarta tak ada sekolah Al-Irsyad. Beda dengan di daerah. “Saya dapat dukungan dan motivasi dari orangtua saya. Sebetulnya saya tidak pernah terpikir akan menjadi salah satu pimpinan dari Wanita Al-Irsyad, tapi saya merasa ini barangkali panggilan Allah,” kata Fahimah.

Dorongan dan motivasi dari orang tuanya, yaitu Abdul Kadir Askar dan Ruqayah Badeges, untuk aktif di Al-Irsyad ini juga membuat tiga saudara Fahimah aktif di Al-Irsyad. Kakak tertuanya, Fauzi Askar, saat ini menjabat ketua PW Al-Irsyad DKI Jakarta, dan kaka perempuannya, Fauzah Askar, SH juga menjadi pengurus PB Wanita Al-Irsyad. Adiknya, Ir. Fahmi Askar aktif di Pimpinan Pusat Al-Irsyad.

Lulusan Teknik Kimia Universitas Negeri Jakarta ini mengatakan, sebetulnya berharap ada kader-kader lain selain saya untuk memimpin dan membangkitkan Tapi para peserta Mubes tetap memilihnya. “Ini amanah yang berat buat saya, karena saya sebelumnya terpilih bukan dari Muktamar tapi pengangkatannya melalui SK Pimpinan Pusat,” katanya.

Peserta Musyawarah Besar ke-8 Wanita Al-Irsyad di Bogor, 16-17 November 2017

Ia menuturkan, di awal penunjukkan sebagai ketua umum Wanita Al-Irsyad tahun 2013, ia merasa sangat berat karena harus memulai semuanya dari nol. Maklum, badan otonom Wanita Al-Irsyad bersama badan-badan otonom Al-Irsyad lainnya sempat dilikuidasi di tahun 1985 dan hanya menjadi Majelis di Pimpinan Pusat dengan wewenang yang tidak penuh. “Saya dan kawan-kawan coba menyelamatkan organisasi sehingga organisasi ini dapat berjalan dengan baik meski hampir tanpa peninggalan administrasi dari yang sebelumnya,” katanya.

Ia mulai dari yang terdekat yaitu menggarap Jakarta. Di samping membentuk pengurus cabang di Jakarta juga memperbaiki dan meningkatkan kualitas Taman-Kanak-Kanak Al-Irsyad yang memang menjadi bidang garap Wanita Al-Irsyad. Termasuk dengan membeli alat-alat permainan TK yang baru. Di Jakarta Wanita Al-Irsyad punya dua TK, yaitu di Petamburan, Jakarta Pusat, dan di Jakarta Utara.

Fahimah berharap, dalam periode lima tahun ke depan bisa mengaktifkan pengurus-pengurus cabang yang belum aktif sebelumnya di seluruh Indonesia. “Alhamdulillah di Mubes kali ini sudah hadir 29 Pengurus Cabang dan 4 Pengurus Wilayah. Terjauh dari Sulawesi, Jambi dan Kalimantan Utara,” jelasnya. Ia bersyukur di Mubes kali ini dapat mengumpulkan mereka yang sebelumnya belum pernah mengikuti Mubes. Mereka sangat senang, antusias dan termotivasi dengan adanya Mubes ini. “Dan mereka juga akan pulang ke daerah masing-masing untuk mengembangkan TK, PAUD, atau apapun yang mereka dapatkan dari kita,” tambahnya.

Untuk kaderisasi, Ia berjanji akan fokus pula pada Departemen Keputrian, yang umumnya terdiri dari anak-anak Pelajar SMA dan mahasiswi. Sebab mereka lah yang akan menjadi pelanjut pengurus Wanita Al-Irsyad sekarang. Aktifitas yang dikerjakan untuk menarik anak-anak usia itu tidak hanya dengan pengajian tapi juga melalui aktifitas santai seperti ngerujak bareng yang diisi pula dengan ceramah tentang kesehatan wanita dan sejenis.*

AA, ND