Cabang Ketapang Siap Bangkit Kembali

0
5

Di tengah semaraknya Muktamar Al-Irsyad Al–Islamiyyah ke-40, terselip cabang Ketapang, sebuah kota di Provinsi Kalimantan Barat. Cabang Ketapang sebetulnya sudah berdiri sejak 1990, tapi kemudian tak ada kabar beritanya lagi. Tapi alhamdulilah, saat ini muncul semangat baru di cabang ini untuk kembali bangkit.

“Kami siap mengembalikan eksistensi PC Al-Irsyad Al–Islamiyyah Kota Ketapang,” kata Munif Thalib, salah seorang anggota caretaker Al-Irsyad Ketapang, di sela-sela Muktamar Al-Irsyad Al-Islamiyyah ke-40 di Bogor, Jumat ini (17/11).

Menurut Munif, para pendiri cabang ini awalnya adalah aktifis kelahiran Ketapang hasil didikan sekolah-sekolah Al-Irsyad di Pulau Jawa.

PC Al–Irsyad Al–Islamiyyah Kota Ketapang merupakan satu-satunya cabang Al-Irsyad di Provinsi Kalimantan Barat. “Meski tidak dipandu oleh sebuah Pimpinan Wilayah, mereka tetap melangkah dan percaya diri bahwa mereka dapat kembali mengembalikan eksistensi PC Al–Irsyad Al–Islamiyyah,” kata Munif.

PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Ketapang sudah lama punya Taman Kanak-Kanak yang berdiri di periode awal pembentukan PC Ketapang. Kemudian dilanjutkan dengan pendirian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Di tengah membaranya semangat yang diusung oleh pengurus PC Kota Ketapang tentu terdapat kendala-kendala yang menjadi kerikil dalam kiprah PC Ketapang di dunia pendidikan, sosial, dan dakwah.

Keberadaan cabang Ketapang dengan lembaga pendidikan Islamnya sebetulnya sangat strategis dan dibutuhkan umat Islam setempat, mengingat komposisi penduduk antara Muslim dan non-Muslim hampir seimbang, sekitar 60%-40%. Akibat dari kondisi ini, seringkali tersendat pengadaan tenaga pengajar Muslim yang memiliki pemahaman dan pengetahuan yang mantap. “Padahal tenaga pengajar ini merupakan hal yang paling pokok karena pengajar lah yang menentukan bagaimana generasi islam yang akan datang.

Munif Thalib berharap, Pimpinan Pusat yang baru dapat memberi perhatian besar pada cabang Al-Irsyad Ketapang untuk meningkatkan kualitas pengajar di lembaga pendidikan yang ada. “Kami membutuhkan perhatian lebih dari ketua PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang akan datang untuk meningkatkan mutu para pengajar di sekolah kami agar dapat mengembalikan eksistensi cabang Al-Irsyad Ketapang.* (AA)