Al-Irsyad Gelar Muktamar ke-38

0
3

JAKARTA — Memasuki usia yang ke-92, Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyah akan menggelar Muktamar ke-38. Agenda lima tahunan organisasi dakwah islamiyah ini bakal diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 7-10 September mendatang. Muktamar ini rencananya akan dibuka Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
“Muktamar Al-Irsyad ke-38 ini merupakan momentum yang membuktikan bahwa Al-Irsyad sudah tak pecah lagi,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Al-Irsyad, Hisyam Tahlib, kemarin.

Muktamar ini dilangsungkan setelah lahirnya keputusan Mahkamah Agung (MA) pada April 2005. Menurut anggota Panitia Pengarah Muktamar, Zeyd Amar, MA menolak kasasi yang diajukan sekelompok orang yang berusaha mengacau Al-Irsyad.

“Keputusan MA itu sekaligus menyatakan bahwa PP Al-Irsyad yang sah adalah PP yang dipimpin Hisyam Thalib yang dipilih lewat Muktamar ke-37 di Bandung,” papar Zeyd.

Keputusan MA itu, kata dia, membawa implikasi postif bagi perhimpunan ini secara umum. Saat ini, sambung Zeyd, cabang-cabang Al-Irsyad yang tersebar di 140 kota/kabupaten di Tanah Air kembali bersatu. Tak hanya itu, para aktivis dan simpatisan yang selama ini sempat terbelah dalam pro dan kontra juag sudah kembali mendukung PP pimpinan Hisyam.

Muktamar ke-38 mengusung tema “Dengan Kesatuan dan Persatuan Menuju Kebangkitan Al-Irsyad”. “Dengan tema ini, semangat rekonsiliasi dan persatuan diharapkan bisa lebih dominan di arena Muktamar,” imbuh Hisyam.

Menurut Zeyd, guna menjawab tantangan zaman, Muktamar Al-Irsyad akan mengagendakan perubahan struktur. “Nanti akan diusulkan pembentukan Dewan Pakar,” paparnya. Rencananya, Dewan Pakar ini akan diisi para pakar yang berasal dari keluarga besar Al-Irsyad, termasuk beberapa tokoh nasional.”

Muktamar yang akan diikuti perwakilan dari 140 cabang dari 24 provinsi ini juga akan membahas rencana perkuatan Dewan Istisyariah, terutama merevitalisasi Komisi Fatwa di Dewan itu. Muktamar juga akan merumuskan program perjuangan Al-Irsyad yang meliputi berbagai bidang.

“Yang lebih penting lagi, Muktamar ini akan memilih ketua umum periode 2006-2011,” ungkap Zeyd. Saat ini, telah beredar nama-nama tokoh yang akan dicalonkan. Salah satunya, adalah MS Ka’ban.
(hri )